Keluarga Berencana

Jenis KB Apa Saja yang Perlu Diketahui?

Dipublish tanggal: Mar 17, 2019 Update terakhir: Feb 11, 2020 Tinjau pada Apr 21, 2019 Waktu baca: 24 menit
Jenis KB Apa Saja yang Perlu Diketahui?

Keluarga Berencana (KB) merupakan sebuah program yang memungkinkan sebuah keluarga untuk merencanakan?jumlah?anak yang diinginkan dan menentukan jarak antar kehamilan.?

Program perencanaan jumlah anggota keluarga ini dilakukan dengan metode?penggunaan?kontrasepsi?untuk wanita dan pasangan suami istri.?

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Nutrisi esensial bagi kesehatan ibu dan perkembangan bayi selama 1000 hari pertama kehidupan. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Penggunaan alat kontrasepsi pada wanita yang aktif secara?seksual?untuk menentukan masa kehamilan dapat membantu meningkatkan?kesehatan?dan kesejahteraan wanita.?

Misalnya pada wanita yang ingin menunda kehamilan karena alasan karir atau finansial. Sedangkan bagi pasangan suami-istri, penggunaan alat kontrasepsi untuk mengatur jarak dan jumlah kelahiran, memungkinkan bagi pasangan untuk lebih focus dalam merawat dan mendidik anak.

Terdapat dua jenis pilihan alat?kontrasepsi, yaitu non-hormonal dan hormonal. Pemilihan alat kontrasepsi harus disesuaikan dengan kebutuhan wanita atau pasangan.?

Untuk itu, ada baiknya untuk berkonsultasi kepada?bidan?atau dokter sehingga dapat memilih metode kontrasepsi yang sesuai kebutuhan. Konsultasi pemilihan metode kontrasepsi, memberikan kesempatan bagi wanita atau pasangan untuk mengetahui cara pemakaian alat kontrasepsi yang tepat.?

Alat kontrasepsi yang tersedia, memiliki efektifitas untuk?mencegah?kehamilan sebesar 99% apabila digunakan dengan benar dan tepat. Pemilihan alat kontrasepsi yang tidak tepat, cara pemakaian yang salah, dan penggunaan yang tidak teratur merupakan beberapa?penyebab?kegagalan?kontrasepsi.

Baca juga:?Cara Benar Minum Pil KB

Iklan dari HonestDocs
Beli Postinor 750mcg via HonestDocs

Postinor-2 adalah kontrasepsi darurat yang dapat digunakan untuk mencegah kehamilan jika digunakan dalam 72 jam (3 hari) setelah hubungan seksual tanpa perlindungan atau kegagalan alat kontrasepsi. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Postinor 750mcg tab 1

Berikut ini adalah informasi mengenai jenis-jenis metode kontrasepsi yang tersedia:

Metode non-hormonal

Metode non-hormonal dipilih karena alasan agama, budaya, atau keinginan keluarga. Pilihan yang tersedia untuk metode ini antara lain:

Sistem Kalendar

Sistem ini berdasarkan pada pola siklus?menstruasi?wanita selama 6 bulan untuk kemudian dikurangi dengan 18 dari siklus terpendek (untuk perkiraan hari pertama masa subur) dan dikurangi 11 dari siklus terpanjang (untuk perkiraan hari terakhir masa subur).

Melalui perhitungan tersebut akan didapatkan rentang perkiraan masa subur. Pencegahan kehamilan dilakukan dengan tidak melakukan?hubungan?seksual selama masa subur tersebut, atau tetap dapat melakukan hubungan seksual dengan menggunakan kondom.

Kelebihan?sistem calendar adalah tidak diperlukan biaya yang besar dalam pelaksanaannya. Efektifitas sebesar 97% apabila dapat menentukan rentang masa subur secara tepat.

Kekurangan?pada beberapa wanita dengan siklus menstruasi yang tidak teratur penggunaan sistem kalendar tidak dianjurkan karena peluang kegagalan yang besar; selain itu,?konsumsi?obat-obatan tertentu seperti?antidepresan, analgesik, dan beberapa jenis?antibiotik, dapat mempengaruhi waktu ovulasi dan penentuan masa subur.

Withdrawal (coitus interruptus)

Withdrawal adalah pencegahan sperma masuk ke dalam alat?kelamin?wanita untuk mencegah terjadinya pembuahan (fertilisasi).

Iklan dari HonestDocs
Beli Postinor 750mcg via HonestDocs

Postinor-2 adalah kontrasepsi darurat yang dapat digunakan untuk mencegah kehamilan jika digunakan dalam 72 jam (3 hari) setelah hubungan seksual tanpa perlindungan atau kegagalan alat kontrasepsi. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Postinor 750mcg tab 1

Kelebihan?cara ini dapat secara efektif mencegah terjadinya kehamilan sebesar 96% apabila dilakukan secara tepat.

Kekurangan?cara ini menjadi sangat tidak efektif karena adanya?kesulitan?untuk menentukan waktu?ejakulasi?sehingga seringkali sperma dikeluarkan dalam alat kelamin wanita.

Menyusui (Lactational Amenorrhea Method)

Bagi ibu yang baru?melahirkan, baik secara Caesar atau per vaginam, kegiatan?menyusui?merupakan?salah satu?metode kontrasepsi sementara.?

Pada saat?menyusui, wanita tidak dapat berovulasi karena adanya pengaruh?hormon?yang merangsang produksi ASI. Hormon prolaktin?bekerja?atas rangsangan isapan bayi pada?puting?payudara.?

Produksi hormone prolaktin secara berkebalikan menghentikan produksi hormon untuk ovulasi. Tidak terjadinya ovulasi berarti wanita pada masa menyusui tidak akan mengalami?menstruasi. Pada masa wanita tidak mengalami menstruasi inilah, kehamilan dapat dikontrol dan dicegah.

Kelebihan?metode ini mempunyai tingkat keberhasilan pencegahan kehamilan sebesar 98 – 99% apabila terpenuhi persyaratan, yaitu: ibu menyusui bayi secara eksklusif, bayi berusia dibawah 6 bulan, dan ibu tidak mengalami?perdarahan?atau menstruasi selama dua bulan pasca kelahiran.

Kekurangan?efektifitas metode ini untuk mencegah kehamilan akan berkurang apabila ibu tidak menyusui secara langsung, atau mencampur?pemberian?ASI dengan susu formula, usia bayi telah melewati 6 bulan, dan menstruasi telah kembali pasca persalinan.

Baca juga:?Obat Penunda Haid Yang Ampuh Dengan Pil KB

Kondom

Kondom adalah alat kontrasepsi yang dapat digunakan oleh?pria?dan wanita yang dipakai pada saat berhubungan seksual dan bertindak sebagai barrier (pembatas) untuk mencegah terjadinya pembuahan ovum oleh sperma.

Kondom untuk pria berupa lapisan tipis dari karet atau lateks yang menutup seluruh?penis. Sedangkan untuk wanita, kondom terbuat dari bahan polimer yang tipis, lembut, dan transparent untuk dimasukkan kedalam vagina sehingga mencegah masuknya sperma saat?ejakulasi.

Kelebihan?kondom mempunyai efektifitas pencegahan kehamilan hingga 98% dengan pemakaian yang benar dan konsisten. Sebanyak 85% pria dan 79% wanita memilih penggunaan kondom sebagai alat kontrasepsi karena praktis dan mudah digunakan. Kondom mencegah terjadinya penyebaran?penyakit?seksual menular dan infeksi, termasuk HIV.

Kekurangan?pada beberapa orang dapat mengalami?alergi?karena bahan pembuatan kondom. Kondom hanya dapat dipakai sekali. Apabila tidak tepat cara pemakaiannya atau kondom rusak (sobek atau kadaluarsa), dapat menyebabkan menyebabkan kegagalan kontrasepsi.

Spermisida

Spermisida adalah metode penggunaan bahan?kimia?nonoxylnol-9 yang berfungsi untuk mencegah masuknya sperma ke dalam?serviks?dan merusak sperma untuk menghentikan pergerakan menuju sel telur.

Spermisida dapat ditemui dalam berbagai macam bentuk sediaan misalnya krim, gel, lapisan film tipis, foam, dan suppositoria vagina.?

Penggunaannya adalah dengan memasukkan spermisida ke dalam vagina sebelum berhubungan?seksual. Spermisida dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi tunggal atau dikombinasi dengan diafragma.

Kelebihan?spermisida dapat diperoleh dengan harga terjangkau oleh siapa saja tanpa resep dokter, bebas hormone, sangat mudah dan nyaman digunakan.

Kekurangan?untuk mencegah kehamilan, spermisida harus digunakan dengan tepat setiap hendak berhubungan seksual. Apabila salah?penggunaan, spermisida tidak akan efektif. Efektifitas spermisida berkurang apabila dipakai lebih dari satu jam sebelum berhubungan.?

Pada beberapa orang, bahan aktif spermisida (nonoxynol-9) dapat menimbulkan alergi dan?iritasi?pada area?genital. Spermisida tidak dapat melindungi dari penyakit menular seksual dan infeksi, bahkan dapat meningkatkan?resiko?tertular apabila terdapat iritasi di area genital.

Diafragma

Diafragma merupakan alat kontrasepsi wanita berupa pembatas kecil berbentuk seperti kubah, yang terbuat dari silicon atau lateks, yang dimasukkan kedalam vagina untuk menghambat masuknya sperma ke dalam sel telur.

Kelebihan?diafragma dapat digunakan berkali-kali setiap hendak berhubungan. Tidak?mengandung?hormon sehingga tidak mengganggu siklus menstruasi. Memiliki sedikit efek samping. Dapat digunakan saat?menyusui.

Kekurangan?untuk mencapai efektifitas pencegahan kehamilan, diafragma harus dikombinasikan dengan spermisida. Beberapa wanita alergi terhadap bahan pembuat diafragma. Untuk mendapatkan ukuran diafragma yang sesuai, harus berkonsultasi dengan bidan atau dokter terlebih dahulu.

Vasektomi

Vasektomi merupakan metode kontrasepsi non hormonal bagi pria yang dikenal dengan istilah sterilisasi. Disebut dengan sterilisasi karena menyebabkan pria menghasilkan sperma.?

Proses sterilisasi harus dilakukan melalui?operasi?oleh dokter untuk memotong?saluran?vas deferens yang berhubungan langsung dengan testis. Testis berfungsi sebagai penghasil sperma. Pemotongan saluran vas deferen mengakibatkan cairan semen yang dihasilkan, tidak mengandung sperma.

Operasi untuk melakukan vasektomi tergolong operasi kecil, aman dari kemungkinan infeksi, dan sifatnya permanen. Permanen artinya tidak mungkin dilakukan penyambungan kembali saluran vas deferens dengan testikel.

Oleh karena itu, diperlukan pertimbangan yang matang sebelum melakukan vasektomi. Vasektomi tidak akan mempengaruhi kemampuan seksual?pria, karena pria masih dapat?ereksi?dan orgasm, berejakulasi, tidak berpengaruh pada hormon dan hasrat seksual.? ?

Kelebihan?vasektomi memiliki efektifitas pencegahan kehamilan yang sangat tinggi. Selain itu, pria yang sudah ber-vasektomi tidak lagi membutuhkan tambahan alat kontrasepsi lain.

Kekurangan?untuk dapat melakukan vasektomi, dibutuhkan biaya yang lebih tinggi dibandingkan menggunakan metode kontrasepsi lainnya karena memerlukan?prosedur?operasi. Vasektomi juga tidak dapat menurunkan resiko terjangkit penyakit menular seksual dan infeksi seperti HIV.

Ligasi Tuba/Tubektomi

Tubektomi adalah sebutan untuk metode kontrasepsi permanen bagi wanita. Sama seperti vasektomi, tubektomi dilakukan melalui prosedur operasi untuk menutub saluran tuba falopi sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan sel telur agar tidak terjadi fertilisasi.?

Penutupan saluran tuba dilakukan melalui prosedur operasi laparaskopi untuk memotong atau mengikat saluran tuba (dengan klips atau cincin khusus). Dalam menjalani prosedur ini,?pasien?akan diberikan anastesi umum. Karena bersifat permanen, dibutuhkan pertimbangan matang sebelum menjalani prosedur ini.

Kelebihan?tubektomi mampu mencegah kehamilan dengan efektifitas sangat tinggi. Tidak berpengaruh terhadap hormon kewanitaan dan tidak mempengaruhi hasrat seksual wanita.

Kekurangan?membutuhkan biaya yang lebih tinggi untuk menjalani prosedur operasi. Setelah operasi selesai, biasanya pasien diminta untuk beristirahat beberapa hari untuk proses penyembuhan. Tubektomi tidak dapat mencegah penularan penyakit menular seksual dan infeksi seperti HIV.

Metode hormonal

Metode hormonal dapat mencegah kehamilan dengan cara mempengaruhi kerja hormon yang berkaitan dengan proses ovulasi pada wanita. Kontrasepsi hormonal dapat terdiri dari?kombinasi?progestin dan esterogen, atau progesterone saja. Bentuk sediaan yang ada berupa pil, obat suntik, implant, IUD, cincin vagina, dan patch.

Pil KB Progesteron (Progesteron Only Pills/POPs/Pil Mini)

Pil KB Progesteron berisi hanya hormon?progesteron?yang bekerja mencegah kehamilan dengan cara menebalkan mucus pada serviks sehingga tidak dapat dilalui sperma dan mencegah terjadinya ovulasi.?

Penggunaan pil KB Progesteron efektif mencegah kehamilan hingga 95% apabila diminum teratur pada jam yang sama setiap harinya. Bila merencanakan kehamilan, konsumsi pil KB progesteron dapat dihentikan.

Kelebihan?Pil KB Progesteron?adalah pil KB ini?mudah digunakan, tidak mempengaruhi aktifitas?seksual, bisa dikonsumsi oleh ibu menyusui tanpa mempengaruhi produksi ASI, dan bisa dikonsumsi oleh semua wanita dari berbagai usia.?

Penelitian menunjukkan bahwa pil progesteron tidak menyebabkan pertambahan?berat badan,?depresi, sakit?kepala,?hipertensi, penyakit?jantung, dan?kanker.

Kekurangan?Pil KB Progesteron?harus dikonsumsi teratur setiap hari dan pada jam yang sama. Dapat mempengaruhi siklus menstruasi. Tidak mencegah tertularnya penyakit menular seksual dan infeksi.

Pil KB Kombinasi (Combined Oral Contraceptives/COCs)

Pil KB Kombinasi berisi gabungan dua hormon yaitu esterogen dan progesteron/progestin. Kombinasi kedua hormon ini menyebabkan penghentian produksi sel telur sehingga tidak terjadi proses ovulasi.?

Apabila dikonsumsi dengan tepat dan berkelanjutan, efektif dapat mencegah kehamilan hingga 95% dan penghentian konsumsi dapat meningkatkan resiko kehamilan.

Dalam setiap kemasan pil KB kombinasi terdapat sebanyak 28 pil dengan 21 pil berisi hormon dan 7 pil tanpa?hormon. Ada dua cara untuk mengkonsumsi pil KB?kombinasi. Pertama, dengan mengkonsumsi 21 pil hormon dan 7 pil plasebo.?

Periode menstruasi akan dialami saat mengkonsumsi 7 pil?konsumsi. Pilihan kedua adalah dengan mengkonsumsi hanya 21 pil hormon dan apabila telah habis, dilanjutkan dengan konsumsi 21 pil dari kemasan baru. Konsumsi dengan cara ini akan menyebabkan tidak terjadinya menstruasi.

Pil KB kombinasi tidak boleh dikonsumsi oleh wanita yang memiliki riwayat penyakit jantung, berusia lebih dari 35 tahun, wanita perokok,?obesitas, penderita?migrain, dan yang mengkonsumsi beberapa jenis obat-obatan tertentu.

Kelebihan?Pil KB Kombinasi?mudah digunakan dan tidak mempengaruhi aktivitas seksual. Memiliki kemampuan untuk menurunkan resiko?kanker?ovarium?dan kanker endometrium sebesar 50%.?

Kekurangan?Pil KB Kombinasi?harus dikonsumsi setiap hari. Tidak dapat mencegah penularan infeksi penyakit menular seksual. Memiliki efek samping berupa pertambahan berat badan, timbulnya?jerawat, perubahan?

Implan

Implan merupakan alat kontrasepsi berbentuk batang kecil seukuran korek api atau?kapsul?yang berisi hormon progesteron yang diletakkan “ditanam” dibawah permukaan kulit pada?lengan.?

Setelah ditanam, hormon progesteron akan dilepaskan perlahan-lahan ke dalam tubuh dan bekerja efektif selama 3 tahun untuk mencegah kehamilan.

Kelebihan?Implan?implant merupakan alat kontrasepsi hormonal yang bekerja dalam waktu?panjang?(3 tahun), dapat dilepas kapan saja bila hendak merencanakan kehamilan, tidak perlu mengingat jadwal minum pil KB setiap hari, tidak menyebabkan?gangguan?seksual.

Kekurangan?Implan?pemasangan implant harus dilakukan oleh dokter. Membutuhkan biaya yang lebih mahal dibanding alat kontrasepsi hormonal lain. Menyebabkan?perubahan?siklus menstruasi. Tidak dapat mencegah penularan penyakit infeksi menular seksual.

Intra Uterine Device (IUD)

IUD merupakan benda kecil berbentuk T yang dimasukkan ke dalam uterus untuk mencegah kehamilan. Terdapat dua jenis IUD berdasarkan kandungannya yaitu IUD berisi tembaga dan IUD berisi hormon levonorgestrel.?

Pada IUD yang mengandung tembaga, bekerja mencegah kehamilan dengan cara merusak sperma dan mencegah sperma bertemu dengan sel telur. IUD dengan?kandungan?tembaga dapat digunakan selama 10 tahun.?

Sedangkan IUD dengan levonorgestrel akan secara perlahan-lahan mengeluarkan levonorgestrel setiap hari selama 5 tahun, untuk penebalan mucus pada serviks sehingga sperma tidak dapat membuahi sel telur.?

Pemasangan IUD dilakukan oleh dokter pada saat hari terakhir?menstruasi, 6?minggu?setelah persalinan, atau saat aborsi.

Kelebihan IUD?merupakan metode kontrasepsi hormon jangka panjang sehingga wanita tidak perlu mengingat jadwal?minum obat?setiap hari. Dapat dilepas bila berencana untuk?hamil?dan tidak mengganggu kesuburan. Dapat digunakan sebagai metode kontrasepsi emergensi.

Kekurangan IUD?pada awal penggunaan dapat menyebabkan periode menstruasi yang lebih panjang dan perdarahan yang lebih banyak. Dapat menyebabkan rasa tidak nyaman saat berhubungan karena adanya benang sisa IUD di vagina.?

KB injeksi/suntik?

KB Suntik merupakan pilihan alternatif kontrasepsi hormonal yang memiliki cara kerja dan jenis yang sama seperti pil KB. Pada KB?injeksi?yang berisi progesteron tunggal, dilakukan penyuntikan pada?otot?atau bawah kulit setiap 2 hingga 3 bulan sekali.?

Injeksi progesteron tunggal akan menunda?fertilitas?selama rata-rata 1 – 4 bulan setelah?injeksi. Sedangkan untuk sediaan injeksi yang berisi kombinasi esterogen dan?progesteron, dilakukan penyuntikan setiap bulan ke dalam lapisan?otot.

Kelebihan?KB Suntik?KB injeksi memiliki efektivitas tinggi untuk mencegah kehamilan. Penyuntikan dapat dihentikan bila ingin merencanakan kehamilan. Alternative untuk metode kontrasepsi hormonal tanpa harus konsumsi obat setiap hari. Tidak mengganggu aktivitas seksual. Injeksi progesteron tunggal dapat menurunkan resiko terjadinya kanker endometrium sebesar 80%.?

Kekurangan?KB Suntik?memerlukan bantuan tenaga?medis?untuk penggunaannya. Pada penggunaan pertama biasanya terjadi perdarahan vaginal yang tidak teratur.

Terdapat kemungkinan terjadinya efek samping berupa penambahan berat badan, berkurangnya kepadatan tulang bila menggunakan injeksi progesteron tunggal. Tidak mencegah penularan penyakit menular seksual dan infeksi.

Patch

Patch merupakan alat kontrasepsi yang ditempelkan pada permukaan kulit, mengandung kombinasi hormon progesteron dan esterogen yang dilepaskan perlahan-lahan ke dalam?aliran darah?melalui jaringan kulit.?Angka keberhasilan ini hingga 99% bila digunakan secara tepat.

Cara kerja patch sama dengan pil kombinasi yaitu mencegah terjadinya ovulasi dan menebalkan mukus atau lendir serviks sehingga mencegah pergerakan sperma kedalam serviks.?

Patch dapat digunakan selama 7 hari, dan pada hari ke 8 dilakukan penggantian patch. Penggantian patch setiap minggu dilakukan berturut-turut selama 3 minggu kemudian hentikan pemakaian patch selama seminggu.

Patch dapat ditempelkan di seluruh jaringan kulit selama kulit dalam keadaan?bersih, kering, dan tidak banyak tumbuh?rambut. Patch sebaiknya tidak ditempelkan pada area kulit yang luka atau?iritasi, area kulit yang bersinggungan dengan pakaian ketat, atau pada payudara.

Setiap penggunaan patch baru sebaiknya ditempelkan pada area kulit yang berlainan untuk mencegah terjadinya?iritasi.

Sebelum menggunakan patch, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah diperlukan tambahan alat kontrasepsi lain dan langkah-langkah pencegahan apabila patch terlepas atau lupa diganti.?

Patch tidak dapat digunakan oleh ibu menyusui dengan bayi usia kurang dari 6 bulan, wanita yang?merokok?dan usia lebih dari 35 tahun, wanita dengan obesitas, dalam masa konsumsi obat tertentu, adanya riwayat pembekuan darah, penyakit jantung,?lupus, kanker?payudara, dan?diabetes.

Kelebihan?Patch?mudah cara penggunaannya. Hanya perlu diganti setiap minggu dan tidak mengganggu aktivitas seksual.

Kekurangan?Patch?dapat menyebabkan iritasi kulit,?kemerahan, dan rasa gatal. Tidak melindungi dari resiko penularan penyakit menular seksual.

Cincin Vagina?

Cincin vagina merupakan alat kontrasepsi berbentuk cincin dari bahan plastic yang dimasukkan ke dalam vagina. Cincin vagina mengandung kombinasi hormon esterogen dan progesterone dengan cara kerja menghentikan proses ovulasi setiap bulan dan menebalkan mucus serviks sehingga menghambat pergerakan sperma.?

Cincin vagina dimasukkan ke dalam vagina pada hari pertama siklus menstruasi dan dapat bertahan selama 3?minggu. Setelah pemakaian selama tiga?minggu, sebaiknya diberikan jeda bebas penggunaan cincin vagina selama seminggu.?

Dalam masa pemakaian cincin vagina, wanita akan terlindungi dari resiko kehamilan. Alat kontrasepsi ini dapat digunakan setelah 21 hari pasca persalinan atau setelah proses aborsi.

Kelebihan?Cincin Vagina?mudah cara penggunaannya. Dapat dihentikan pemakaian dengan segera bila merencanakan kehamilan. Tidak memerlukan bantuan tenaga?medis. Tidak mengganggu aktifitas seksual.

Kekurangan?Cincin Vagina?tidak dianjurkan bagi wanita usia lebih dari 35 tahun dan perokok aktif. Diperlukan tambahan alat kontrasepsi lain pada saat masa bebas pemakaian cincin vagina. Tidak melindungi dari resiko tertular penyakit menular seksual

Ada banyak pilihan jenis-jenis alat kontrasepsi. Pemakaian yang tepat dan sesuai kubutuhan dapat meningkatkan efektifitas alat kontrasepsi dalam mencegah dan mengatur jarak kehamilan.

?Keluarga Berencana (KB) merupakan sebuah program yang memungkinkan sebuah keluarga untuk merencanakan?jumlah?anak yang diinginkan dan menentukan jarak antar kehamilan.?

Program perencanaan jumlah anggota keluarga ini dilakukan dengan metode?penggunaan?kontrasepsi?untuk wanita dan pasangan suami istri.?

Penggunaan alat kontrasepsi pada wanita yang aktif secara?seksual?untuk menentukan masa kehamilan dapat membantu meningkatkan?kesehatan?dan kesejahteraan wanita.?

Misalnya pada wanita yang ingin menunda kehamilan karena alasan karir atau finansial. Sedangkan bagi pasangan suami-istri, penggunaan alat kontrasepsi untuk mengatur jarak dan jumlah kelahiran, memungkinkan bagi pasangan untuk lebih focus dalam merawat dan mendidik anak.

Terdapat dua jenis pilihan alat?kontrasepsi, yaitu non-hormonal dan hormonal. Pemilihan alat kontrasepsi harus disesuaikan dengan kebutuhan wanita atau pasangan.?

Untuk itu, ada baiknya untuk berkonsultasi kepada?bidan?atau dokter sehingga dapat memilih metode kontrasepsi yang sesuai kebutuhan. Konsultasi pemilihan metode kontrasepsi, memberikan kesempatan bagi wanita atau pasangan untuk mengetahui cara pemakaian alat kontrasepsi yang tepat.?

Alat kontrasepsi yang tersedia, memiliki efektifitas untuk?mencegah?kehamilan sebesar 99% apabila digunakan dengan benar dan tepat. Pemilihan alat kontrasepsi yang tidak tepat, cara pemakaian yang salah, dan penggunaan yang tidak teratur merupakan beberapa?penyebab?kegagalan?kontrasepsi.

Baca juga:?Cara Benar Minum Pil KB

Berikut ini adalah informasi mengenai jenis-jenis metode kontrasepsi yang tersedia:

Metode non-hormonal

Metode non-hormonal dipilih karena alasan agama, budaya, atau keinginan keluarga. Pilihan yang tersedia untuk metode ini antara lain:

Sistem Kalendar

Sistem ini berdasarkan pada pola siklus?menstruasi?wanita selama 6 bulan untuk kemudian dikurangi dengan 18 dari siklus terpendek (untuk perkiraan hari pertama masa subur) dan dikurangi 11 dari siklus terpanjang (untuk perkiraan hari terakhir masa subur).

Melalui perhitungan tersebut akan didapatkan rentang perkiraan masa subur. Pencegahan kehamilan dilakukan dengan tidak melakukan?hubungan?seksual selama masa subur tersebut, atau tetap dapat melakukan hubungan seksual dengan menggunakan kondom.

Kelebihan?sistem calendar adalah tidak diperlukan biaya yang besar dalam pelaksanaannya. Efektifitas sebesar 97% apabila dapat menentukan rentang masa subur secara tepat.

Kekurangan?pada beberapa wanita dengan siklus menstruasi yang tidak teratur penggunaan sistem kalendar tidak dianjurkan karena peluang kegagalan yang besar; selain itu,?konsumsi?obat-obatan tertentu seperti?antidepresan, analgesik, dan beberapa jenis?antibiotik, dapat mempengaruhi waktu ovulasi dan penentuan masa subur.

Withdrawal (coitus interruptus)

Withdrawal adalah pencegahan sperma masuk ke dalam alat?kelamin?wanita untuk mencegah terjadinya pembuahan (fertilisasi).

Kelebihan?cara ini dapat secara efektif mencegah terjadinya kehamilan sebesar 96% apabila dilakukan secara tepat.

Kekurangan?cara ini menjadi sangat tidak efektif karena adanya?kesulitan?untuk menentukan waktu?ejakulasi?sehingga seringkali sperma dikeluarkan dalam alat kelamin wanita.

Menyusui (Lactational Amenorrhea Method)

Bagi ibu yang baru?melahirkan, baik secara Caesar atau per vaginam, kegiatan?menyusui?merupakan?salah satu?metode kontrasepsi sementara.?

Pada saat?menyusui, wanita tidak dapat berovulasi karena adanya pengaruh?hormon?yang merangsang produksi ASI. Hormon prolaktin?bekerja?atas rangsangan isapan bayi pada?puting?payudara.?

Produksi hormone prolaktin secara berkebalikan menghentikan produksi hormon untuk ovulasi. Tidak terjadinya ovulasi berarti wanita pada masa menyusui tidak akan mengalami?menstruasi. Pada masa wanita tidak mengalami menstruasi inilah, kehamilan dapat dikontrol dan dicegah.

Kelebihan?metode ini mempunyai tingkat keberhasilan pencegahan kehamilan sebesar 98 – 99% apabila terpenuhi persyaratan, yaitu: ibu menyusui bayi secara eksklusif, bayi berusia dibawah 6 bulan, dan ibu tidak mengalami?perdarahan?atau menstruasi selama dua bulan pasca kelahiran.

Kekurangan?efektifitas metode ini untuk mencegah kehamilan akan berkurang apabila ibu tidak menyusui secara langsung, atau mencampur?pemberian?ASI dengan susu formula, usia bayi telah melewati 6 bulan, dan menstruasi telah kembali pasca persalinan.

Baca juga:?Obat Penunda Haid Yang Ampuh Dengan Pil KB

Kondom

Kondom adalah alat kontrasepsi yang dapat digunakan oleh?pria?dan wanita yang dipakai pada saat berhubungan seksual dan bertindak sebagai barrier (pembatas) untuk mencegah terjadinya pembuahan ovum oleh sperma.

Kondom untuk pria berupa lapisan tipis dari karet atau lateks yang menutup seluruh?penis. Sedangkan untuk wanita, kondom terbuat dari bahan polimer yang tipis, lembut, dan transparent untuk dimasukkan kedalam vagina sehingga mencegah masuknya sperma saat?ejakulasi.

Kelebihan?kondom mempunyai efektifitas pencegahan kehamilan hingga 98% dengan pemakaian yang benar dan konsisten. Sebanyak 85% pria dan 79% wanita memilih penggunaan kondom sebagai alat kontrasepsi karena praktis dan mudah digunakan. Kondom mencegah terjadinya penyebaran?penyakit?seksual menular dan infeksi, termasuk HIV.

Kekurangan?pada beberapa orang dapat mengalami?alergi?karena bahan pembuatan kondom. Kondom hanya dapat dipakai sekali. Apabila tidak tepat cara pemakaiannya atau kondom rusak (sobek atau kadaluarsa), dapat menyebabkan menyebabkan kegagalan kontrasepsi.

Spermisida

Spermisida adalah metode penggunaan bahan?kimia?nonoxylnol-9 yang berfungsi untuk mencegah masuknya sperma ke dalam?serviks?dan merusak sperma untuk menghentikan pergerakan menuju sel telur.

Spermisida dapat ditemui dalam berbagai macam bentuk sediaan misalnya krim, gel, lapisan film tipis, foam, dan suppositoria vagina.?

Penggunaannya adalah dengan memasukkan spermisida ke dalam vagina sebelum berhubungan?seksual. Spermisida dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi tunggal atau dikombinasi dengan diafragma.

Kelebihan?spermisida dapat diperoleh dengan harga terjangkau oleh siapa saja tanpa resep dokter, bebas hormone, sangat mudah dan nyaman digunakan.

Kekurangan?untuk mencegah kehamilan, spermisida harus digunakan dengan tepat setiap hendak berhubungan seksual. Apabila salah?penggunaan, spermisida tidak akan efektif. Efektifitas spermisida berkurang apabila dipakai lebih dari satu jam sebelum berhubungan.?

Pada beberapa orang, bahan aktif spermisida (nonoxynol-9) dapat menimbulkan alergi dan?iritasi?pada area?genital. Spermisida tidak dapat melindungi dari penyakit menular seksual dan infeksi, bahkan dapat meningkatkan?resiko?tertular apabila terdapat iritasi di area genital.

Diafragma

Diafragma merupakan alat kontrasepsi wanita berupa pembatas kecil berbentuk seperti kubah, yang terbuat dari silicon atau lateks, yang dimasukkan kedalam vagina untuk menghambat masuknya sperma ke dalam sel telur.

Kelebihan?diafragma dapat digunakan berkali-kali setiap hendak berhubungan. Tidak?mengandung?hormon sehingga tidak mengganggu siklus menstruasi. Memiliki sedikit efek samping. Dapat digunakan saat?menyusui.

Kekurangan?untuk mencapai efektifitas pencegahan kehamilan, diafragma harus dikombinasikan dengan spermisida. Beberapa wanita alergi terhadap bahan pembuat diafragma. Untuk mendapatkan ukuran diafragma yang sesuai, harus berkonsultasi dengan bidan atau dokter terlebih dahulu.

Vasektomi

Vasektomi merupakan metode kontrasepsi non hormonal bagi pria yang dikenal dengan istilah sterilisasi. Disebut dengan sterilisasi karena menyebabkan pria menghasilkan sperma.?

Proses sterilisasi harus dilakukan melalui?operasi?oleh dokter untuk memotong?saluran?vas deferens yang berhubungan langsung dengan testis. Testis berfungsi sebagai penghasil sperma. Pemotongan saluran vas deferen mengakibatkan cairan semen yang dihasilkan, tidak mengandung sperma.

Operasi untuk melakukan vasektomi tergolong operasi kecil, aman dari kemungkinan infeksi, dan sifatnya permanen. Permanen artinya tidak mungkin dilakukan penyambungan kembali saluran vas deferens dengan testikel.

Oleh karena itu, diperlukan pertimbangan yang matang sebelum melakukan vasektomi. Vasektomi tidak akan mempengaruhi kemampuan seksual?pria, karena pria masih dapat?ereksi?dan orgasm, berejakulasi, tidak berpengaruh pada hormon dan hasrat seksual.? ?

Kelebihan?vasektomi memiliki efektifitas pencegahan kehamilan yang sangat tinggi. Selain itu, pria yang sudah ber-vasektomi tidak lagi membutuhkan tambahan alat kontrasepsi lain.

Kekurangan?untuk dapat melakukan vasektomi, dibutuhkan biaya yang lebih tinggi dibandingkan menggunakan metode kontrasepsi lainnya karena memerlukan?prosedur?operasi. Vasektomi juga tidak dapat menurunkan resiko terjangkit penyakit menular seksual dan infeksi seperti HIV.

Ligasi Tuba/Tubektomi

Tubektomi adalah sebutan untuk metode kontrasepsi permanen bagi wanita. Sama seperti vasektomi, tubektomi dilakukan melalui prosedur operasi untuk menutub saluran tuba falopi sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan sel telur agar tidak terjadi fertilisasi.?

Penutupan saluran tuba dilakukan melalui prosedur operasi laparaskopi untuk memotong atau mengikat saluran tuba (dengan klips atau cincin khusus). Dalam menjalani prosedur ini,?pasien?akan diberikan anastesi umum. Karena bersifat permanen, dibutuhkan pertimbangan matang sebelum menjalani prosedur ini.

Kelebihan?tubektomi mampu mencegah kehamilan dengan efektifitas sangat tinggi. Tidak berpengaruh terhadap hormon kewanitaan dan tidak mempengaruhi hasrat seksual wanita.

Kekurangan?membutuhkan biaya yang lebih tinggi untuk menjalani prosedur operasi. Setelah operasi selesai, biasanya pasien diminta untuk beristirahat beberapa hari untuk proses penyembuhan. Tubektomi tidak dapat mencegah penularan penyakit menular seksual dan infeksi seperti HIV.

Metode hormonal

Metode hormonal dapat mencegah kehamilan dengan cara mempengaruhi kerja hormon yang berkaitan dengan proses ovulasi pada wanita. Kontrasepsi hormonal dapat terdiri dari?kombinasi?progestin dan esterogen, atau progesterone saja. Bentuk sediaan yang ada berupa pil, obat suntik, implant, IUD, cincin vagina, dan patch.

Pil KB Progesteron (Progesteron Only Pills/POPs/Pil Mini)

Pil KB Progesteron berisi hanya hormon?progesteron?yang bekerja mencegah kehamilan dengan cara menebalkan mucus pada serviks sehingga tidak dapat dilalui sperma dan mencegah terjadinya ovulasi.?

Penggunaan pil KB Progesteron efektif mencegah kehamilan hingga 95% apabila diminum teratur pada jam yang sama setiap harinya. Bila merencanakan kehamilan, konsumsi pil KB progesteron dapat dihentikan.

Kelebihan?Pil KB Progesteron?adalah pil KB ini?mudah digunakan, tidak mempengaruhi aktifitas?seksual, bisa dikonsumsi oleh ibu menyusui tanpa mempengaruhi produksi ASI, dan bisa dikonsumsi oleh semua wanita dari berbagai usia.?

Penelitian menunjukkan bahwa pil progesteron tidak menyebabkan pertambahan?berat badan,?depresi, sakit?kepala,?hipertensi, penyakit?jantung, dan?kanker.

Kekurangan?Pil KB Progesteron?harus dikonsumsi teratur setiap hari dan pada jam yang sama. Dapat mempengaruhi siklus menstruasi. Tidak mencegah tertularnya penyakit menular seksual dan infeksi.

Pil KB Kombinasi (Combined Oral Contraceptives/COCs)

Pil KB Kombinasi berisi gabungan dua hormon yaitu esterogen dan progesteron/progestin. Kombinasi kedua hormon ini menyebabkan penghentian produksi sel telur sehingga tidak terjadi proses ovulasi.?

Apabila dikonsumsi dengan tepat dan berkelanjutan, efektif dapat mencegah kehamilan hingga 95% dan penghentian konsumsi dapat meningkatkan resiko kehamilan.

Dalam setiap kemasan pil KB kombinasi terdapat sebanyak 28 pil dengan 21 pil berisi hormon dan 7 pil tanpa?hormon. Ada dua cara untuk mengkonsumsi pil KB?kombinasi. Pertama, dengan mengkonsumsi 21 pil hormon dan 7 pil plasebo.?

Periode menstruasi akan dialami saat mengkonsumsi 7 pil?konsumsi. Pilihan kedua adalah dengan mengkonsumsi hanya 21 pil hormon dan apabila telah habis, dilanjutkan dengan konsumsi 21 pil dari kemasan baru. Konsumsi dengan cara ini akan menyebabkan tidak terjadinya menstruasi.

Pil KB kombinasi tidak boleh dikonsumsi oleh wanita yang memiliki riwayat penyakit jantung, berusia lebih dari 35 tahun, wanita perokok,?obesitas, penderita?migrain, dan yang mengkonsumsi beberapa jenis obat-obatan tertentu.

Kelebihan?Pil KB Kombinasi?mudah digunakan dan tidak mempengaruhi aktivitas seksual. Memiliki kemampuan untuk menurunkan resiko?kanker?ovarium?dan kanker endometrium sebesar 50%.?

Kekurangan?Pil KB Kombinasi?harus dikonsumsi setiap hari. Tidak dapat mencegah penularan infeksi penyakit menular seksual. Memiliki efek samping berupa pertambahan berat badan, timbulnya?jerawat, perubahan?

Implan

Implan merupakan alat kontrasepsi berbentuk batang kecil seukuran korek api atau?kapsul?yang berisi hormon progesteron yang diletakkan “ditanam” dibawah permukaan kulit pada?lengan.?

Setelah ditanam, hormon progesteron akan dilepaskan perlahan-lahan ke dalam tubuh dan bekerja efektif selama 3 tahun untuk mencegah kehamilan.

Kelebihan?Implan?implant merupakan alat kontrasepsi hormonal yang bekerja dalam waktu?panjang?(3 tahun), dapat dilepas kapan saja bila hendak merencanakan kehamilan, tidak perlu mengingat jadwal minum pil KB setiap hari, tidak menyebabkan?gangguan?seksual.

Kekurangan?Implan?pemasangan implant harus dilakukan oleh dokter. Membutuhkan biaya yang lebih mahal dibanding alat kontrasepsi hormonal lain. Menyebabkan?perubahan?siklus menstruasi. Tidak dapat mencegah penularan penyakit infeksi menular seksual.

Intra Uterine Device (IUD)

IUD merupakan benda kecil berbentuk T yang dimasukkan ke dalam uterus untuk mencegah kehamilan. Terdapat dua jenis IUD berdasarkan kandungannya yaitu IUD berisi tembaga dan IUD berisi hormon levonorgestrel.?

Pada IUD yang mengandung tembaga, bekerja mencegah kehamilan dengan cara merusak sperma dan mencegah sperma bertemu dengan sel telur. IUD dengan?kandungan?tembaga dapat digunakan selama 10 tahun.?

Sedangkan IUD dengan levonorgestrel akan secara perlahan-lahan mengeluarkan levonorgestrel setiap hari selama 5 tahun, untuk penebalan mucus pada serviks sehingga sperma tidak dapat membuahi sel telur.?

Pemasangan IUD dilakukan oleh dokter pada saat hari terakhir?menstruasi, 6?minggu?setelah persalinan, atau saat aborsi.

Kelebihan IUD?merupakan metode kontrasepsi hormon jangka panjang sehingga wanita tidak perlu mengingat jadwal?minum obat?setiap hari. Dapat dilepas bila berencana untuk?hamil?dan tidak mengganggu kesuburan. Dapat digunakan sebagai metode kontrasepsi emergensi.

Kekurangan IUD?pada awal penggunaan dapat menyebabkan periode menstruasi yang lebih panjang dan perdarahan yang lebih banyak. Dapat menyebabkan rasa tidak nyaman saat berhubungan karena adanya benang sisa IUD di vagina.?

KB injeksi/suntik?

KB Suntik merupakan pilihan alternatif kontrasepsi hormonal yang memiliki cara kerja dan jenis yang sama seperti pil KB. Pada KB?injeksi?yang berisi progesteron tunggal, dilakukan penyuntikan pada?otot?atau bawah kulit setiap 2 hingga 3 bulan sekali.?

Injeksi progesteron tunggal akan menunda?fertilitas?selama rata-rata 1 – 4 bulan setelah?injeksi. Sedangkan untuk sediaan injeksi yang berisi kombinasi esterogen dan?progesteron, dilakukan penyuntikan setiap bulan ke dalam lapisan?otot.

Kelebihan?KB Suntik?KB injeksi memiliki efektivitas tinggi untuk mencegah kehamilan. Penyuntikan dapat dihentikan bila ingin merencanakan kehamilan. Alternative untuk metode kontrasepsi hormonal tanpa harus konsumsi obat setiap hari. Tidak mengganggu aktivitas seksual. Injeksi progesteron tunggal dapat menurunkan resiko terjadinya kanker endometrium sebesar 80%.?

Kekurangan?KB Suntik?memerlukan bantuan tenaga?medis?untuk penggunaannya. Pada penggunaan pertama biasanya terjadi perdarahan vaginal yang tidak teratur.

Terdapat kemungkinan terjadinya efek samping berupa penambahan berat badan, berkurangnya kepadatan tulang bila menggunakan injeksi progesteron tunggal. Tidak mencegah penularan penyakit menular seksual dan infeksi.

Patch

Patch merupakan alat kontrasepsi yang ditempelkan pada permukaan kulit, mengandung kombinasi hormon progesteron dan esterogen yang dilepaskan perlahan-lahan ke dalam?aliran darah?melalui jaringan kulit.?Angka keberhasilan ini hingga 99% bila digunakan secara tepat.

Cara kerja patch sama dengan pil kombinasi yaitu mencegah terjadinya ovulasi dan menebalkan mukus atau lendir serviks sehingga mencegah pergerakan sperma kedalam serviks.?

Patch dapat digunakan selama 7 hari, dan pada hari ke 8 dilakukan penggantian patch. Penggantian patch setiap minggu dilakukan berturut-turut selama 3 minggu kemudian hentikan pemakaian patch selama seminggu.

Patch dapat ditempelkan di seluruh jaringan kulit selama kulit dalam keadaan?bersih, kering, dan tidak banyak tumbuh?rambut. Patch sebaiknya tidak ditempelkan pada area kulit yang luka atau?iritasi, area kulit yang bersinggungan dengan pakaian ketat, atau pada payudara.

Setiap penggunaan patch baru sebaiknya ditempelkan pada area kulit yang berlainan untuk mencegah terjadinya?iritasi.

Sebelum menggunakan patch, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah diperlukan tambahan alat kontrasepsi lain dan langkah-langkah pencegahan apabila patch terlepas atau lupa diganti.?

Patch tidak dapat digunakan oleh ibu menyusui dengan bayi usia kurang dari 6 bulan, wanita yang?merokok?dan usia lebih dari 35 tahun, wanita dengan obesitas, dalam masa konsumsi obat tertentu, adanya riwayat pembekuan darah, penyakit jantung,?lupus, kanker?payudara, dan?diabetes.

Kelebihan?Patch?mudah cara penggunaannya. Hanya perlu diganti setiap minggu dan tidak mengganggu aktivitas seksual.

Kekurangan?Patch?dapat menyebabkan iritasi kulit,?kemerahan, dan rasa gatal. Tidak melindungi dari resiko penularan penyakit menular seksual.

Cincin Vagina?

Cincin vagina merupakan alat kontrasepsi berbentuk cincin dari bahan plastic yang dimasukkan ke dalam vagina. Cincin vagina mengandung kombinasi hormon esterogen dan progesterone dengan cara kerja menghentikan proses ovulasi setiap bulan dan menebalkan mucus serviks sehingga menghambat pergerakan sperma.?

Cincin vagina dimasukkan ke dalam vagina pada hari pertama siklus menstruasi dan dapat bertahan selama 3?minggu. Setelah pemakaian selama tiga?minggu, sebaiknya diberikan jeda bebas penggunaan cincin vagina selama seminggu.?

Dalam masa pemakaian cincin vagina, wanita akan terlindungi dari resiko kehamilan. Alat kontrasepsi ini dapat digunakan setelah 21 hari pasca persalinan atau setelah proses aborsi.

Kelebihan?Cincin Vagina?mudah cara penggunaannya. Dapat dihentikan pemakaian dengan segera bila merencanakan kehamilan. Tidak memerlukan bantuan tenaga?medis. Tidak mengganggu aktifitas seksual.

Kekurangan?Cincin Vagina?tidak dianjurkan bagi wanita usia lebih dari 35 tahun dan perokok aktif. Diperlukan tambahan alat kontrasepsi lain pada saat masa bebas pemakaian cincin vagina. Tidak melindungi dari resiko tertular penyakit menular seksual

Ada banyak pilihan jenis-jenis alat kontrasepsi. Pemakaian yang tepat dan sesuai kubutuhan dapat meningkatkan efektifitas alat kontrasepsi dalam mencegah dan mengatur jarak kehamilan.

?

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Birth Control Pills: Types, Effectiveness, and More. Healthline. (https://www.healthline.com/health/birth-control-pills)
List of Birth Control (Contraception) Medications (255 Compared). Drugs.com. (https://www.drugs.com/condition/contraception.html)
Birth control: Types, devices, injections, and permanent birth control. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/162762.php)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app
浙江快乐彩11选5走势图